PERAN ADAPTASI SOSIAL DAN PROFESSIONAL
PERAN ADAPTASI SOSIAL DAN
PROFESSIONAL
PADA OUTCOME BASED EDUCATION (OBE)
KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURAN DAN
PELATIHAN
ERA REVOLUSI INDUSTRY 4.0
Latar Belakang
Fokus Permasalahan
Perumusan capaian pembelajaran dimulai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) di tingkat Program Studi untuk kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Kurikulum disusun terlebih dahulu menetapkan capaian pembelajaran, kemudian model dan sistem penilaiannya, dan baru dirancang proses pembelajarannya.
Perlu dilakukan keselarasan
yang konstruktif antara penilaian dan proses pembelajaran dengan CPMK yang
sudah ditetapkan. Proses penyelarasan dapat menggunakan pemetaan antara
penilaian dengan CPMK dan antara proses pembelajaran dengan CPMK.
Menciptakan lingkungan
pembelajaran yang esensial dan progresif terhadap profesionalisme
Lingkungan pembelajaran yang
kondusif dalam proses pembelajaran di antaranya meliputi keragaman sumber
belajar, materi yang mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi, serta
fasilitas yang memadai baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Penerapan siklus
P-D-C-A, proses yang berkesinambungan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
monitoring, hingga pengembangannya. Dari 130 Artikel jurnal bersumber open
access ditemukan hubungan antara adaptasi sosial dan professional terletak pada
outcome assessment, prosedur, manajemen organisasi, kebijakan dan goal
evaluasi.
Hubungan outcome
assessment, prosedur, manajemen organisasi
Hubungan Prosedur,
program evaluation, employment
Kesimpulan
Hasil Analisis dan kajian literatur, Secara holistic solusi dari masalah peran adaptasi sosial dan
professional Pada outcome based education (OBE) Kurikulum pendidikan kejuran
dan pelatihan Era revolusi industry 4.0 tidak ada. Masalah utama adalah
menciptakan kurikulum yang socio-pedagogis dengan kondisi pengaktifan KBM adaptasi
siswa/mahasiswa.
Tujuan meta analisis ini
adalah determinasi dan landasan ilmiah tentang peran dan esensi
adaptasi sosio-profesional
pada bimbingan kejuruan.
Untuk mencapai tujuan,
dilakukan:
1. Untuk
memberikan landasan teoritis-metodologis adaptasi sosio-profesional
2. Untuk
mempelajari jenis dan faktor adaptasi sosial-profesional sekolah kejuruan dan
pelatihan
3. Mengungkap
kriteria adaptasi sosial-profesional.
Konsep "adaptasi"
bersifat universal. Ini mencerminkan adaptasi dengan perubahan lingkungan.
Jadi, adaptasi sosial dan profesional adalah adaptasi bertahap dari pemuda
aktif dengan kondisi pelatihan profesional atau pekerjaan professional. Proses
tersebut dicirikan oleh pengalaman dan program yang mempunyai goal jelas.
Kurikulum "eksternalisasi"
pengetahuan yang diperoleh
sebelumnya yang mengantar mereka ke dalam praktik.
Kemauan untuk belajar, dengan
cara melakukan aktivitas untuk menguasai
profesinya yaitu professional secara psikologis dan skill.




Gabung dalam percakapan