Penggunaan Tanta titik Dua
Penggunaan tanda titik dua yang dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap kemudian diikuti pemerincian atau penjelasan.
Contoh:
- Mereka memerlukan peralatan overhaul pada mesin sepeda motor: kunci pas, tang, dan kunci T.
- Hanya ada dua pilihan: hidup atau mati
Penggunaan tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh:
- Kita memerlukan obeng, tang, dan palu.
- Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
a. persiapan,
b. pengumpulan data,
c. pengolahan data, dan
d. pelaporan.
Penggunaan Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
Contoh:
- Ketua : Ahmad Musyafa
Sekretaris : Siti Markonah
Bendahara : Ananda Mikola - Narasumber : Prof. Dr. Haris Abizar
Pemandu : Abdul Markonah, M.Hum.
Pencatat : Sri Asli Merdeka, S.Pd.
Penggunaan Tanda titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
- Dosen : "Bawa toolset ini, Nak!"
Mahasiswa : "Baik, Pak."
dosen : "Jangan lupa, letakkan baik-baik!"
Penggunaan tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.
Contoh:
- Horison, XLIII, No. 8/2008: 8
- Surah Albaqarah: 2—5
- Halaman 2: 1—3
- Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara
- Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Bahasa.
Sumber:

Gabung dalam percakapan